Jangan Melanggar Janji Walau untuk Kebaikan.
(Gambar/Pixabay)
Sahabat, pernah melanggar janji?
Hati-hati jangan pernah melanggar janji ya sahabat, meskipun demi untuk kebaikan, meskipun ketika membuat janjinya disertai dengan paksaan.
Rasulullah SAW mengajarkan sebuah kisah yang mengandung pesan yang sangat menyentuh terkait janji dalam kisah perang Badar.
Dalam perjalanan hijrah dari Mekkah menuju Madinah, sahabat Sayyidina Hudzaifah r.a termasuk orang yang terakhir berhijrah. Dalam perjalanan dia dijegat oleh penjaga Quraisy.
Sahabat Sayyidina Hudzaifah dapat meninggalkan Mekkah hanya apabila dia berjanji untuk tidak bergabung dengan pasukan Muslim dalam perang yang akan datang, Perang Badar. Dalam kondisi tertekan dan pilihan yang sulit akhirnya sahabat Sayyidina Hudzaifa r.a berjanji akan melakukannya.
Perang Badar hampir tiba, Rasulullah SAW ketika itu hanya mempunyai pasukan 313 orang, sedang pasukan Quraisy berjumlah 1000 pasukan. Ketika sahabat Sayyidina Hudzaifah menceritakan kejadian janjinya dengan penjaga Quraisy kepada Rasulullah SAW dengan semangat juang ingin bergabung dengan pasukan Badar, namun Nabi SAW melarangnya ikut bergabung karena adanya janji dengan penjaga Quraisy.
Sayyidina Hudzaifa r.a protes dan berkata: “Tapi ya Rasul, janji di bawah paksaan bukanlah janji” dan Nabi Muhammad SAW menjawab, “Bagi manusia yang lain, yaa, tapi bukan bagiseorang Muslim. Seorang Muslim tidak pernah melanggar janji apa pun keadaannya. Tidak ada Muslim yang harus melanggar hukum Allah.” Akhirnya Sayyidina Hudzaifa tidak bisa pergi ke medan perang.
"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah : 177)
Kini banyak orang munafik dengan 1000 kamus alasan, orang dengan sangat mudahnya melanggar janji yang yang pernah dibuat. Pandanglah janji sebagai sesuatu bagian hal yang besar, sehingga kita selalu bersungguh-sungguh menepatinya.
Sahabat YukDakwah, jangan pernah sekali kali berjanji jika tidak bisa menepatinya dan ingat janji yang sudah diikrarkan wajib ditepati ya, apapun kondisinya.

Belum ada Komentar untuk "Jangan Melanggar Janji Walau untuk Kebaikan."
Posting Komentar